Menu Close

Franchise Ayam: 7 Hal Penting yang Harus Anda Perhatikan Sebelum Beli

Franchise Ayam: 7 Hal Penting yang Harus Anda Perhatikan Sebelum Memulai

Membangun bisnis franchise ayam memang terdengar menjanjikan, apalagi dengan kepopuleran menu ayam goreng yang tidak pernah surut. Namun, di balik potensi keuntungan besar, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan secara matang sebelum Anda benar-benar terjun. Jangan sampai Anda salah langkah dan impian untuk memiliki bisnis kuliner sendiri malah berujung pada kerugian. 

Salah satu kunci sukses dalam membeli franchise ayam adalah memahami ekosistem bisnis kuliner secara keseluruhan, termasuk bagaimana menyajikan menu pendamping yang berkualitas dan efisien. Misalnya, sebuah kafe yang mengandalkan menu kopi susu gula aren bisa menyajikan hidangan pendamping yang praktis dan lezat dengan produk seperti Minasoku. 

Produk siap saji dari Minasoku dapat menjadi solusi cerdas untuk menambah menu makanan di kafe Anda tanpa perlu repot menyiapkan dapur besar atau merekrut koki profesional. Dengan begitu, Anda bisa fokus mengelola bisnis franchise ayam sambil tetap menawarkan pilihan menu lain yang menarik.

Artikel ini akan mengupas tuntas tujuh hal penting yang wajib Anda perhatikan sebelum memulai franchise ayam. Dari riset merek hingga perhitungan balik modal, semua akan dibahas agar Anda bisa membuat keputusan yang tepat dan menjalankan bisnis dengan lebih strategis. Memahami setiap poin ini akan membantu Anda memitigasi risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan, sehingga Anda bisa benar-benar sukses di industri kuliner.

Baca juga: Mengenal 16 Franchise Ayam yang Paling Banyak Dicari Di Google (Juni 2025)

Tren Minat Konsumen terhadap Franchise Ayam Berdasarkan Data Pencarian

Minat masyarakat terhadap franchise ayam di Indonesia dapat terlihat jelas dari tren pencarian online. Data menunjukkan bahwa brand global seperti McDonald’s masih memimpin dengan volume pencarian bulanan sekitar 550 ribu kali, disusul oleh KFC dengan lebih dari 368 ribu pencarian. Tingginya angka ini mengindikasikan bahwa kedua brand tersebut tidak hanya kuat secara brand awareness, tetapi juga terus menjadi acuan utama ketika masyarakat mencari peluang franchise di industri makanan cepat saji.

Namun, dominasi brand internasional ini tidak berarti brand lokal tertinggal. Misalnya, Rocket Chicken mencatat volume pencarian mencapai 246 ribu per bulan, sementara Richeese Factory memperoleh lebih dari 368 ribu pencarian yang berarti sama dengan KFC. Angka tersebut menunjukkan bahwa brand lokal semakin kompetitif, bahkan berhasil membangun basis konsumen yang besar melalui inovasi rasa, harga yang terjangkau, dan kedekatan dengan preferensi pasar domestik.

Tren pencarian ini juga memperlihatkan bagaimana konsumen tidak hanya mencari brand yang sudah mapan, tetapi juga menaruh perhatian pada merek-merek yang sedang berkembang. Lonjakan minat sering kali muncul seiring dengan ekspansi gerai baru, promosi digital yang masif, atau tren kuliner tertentu yang sedang populer. Hal ini berarti bahwa search volume bisa menjadi indikator awal terhadap brand mana yang sedang mendapat momentum dan berpotensi tumbuh lebih besar di masa depan.

Dari data ini dapat disimpulkan bahwa potensi franchise ayam di Indonesia sangat besar, baik bagi pemain global maupun lokal. Volume pencarian tinggi bukan hanya cerminan popularitas, tetapi juga menjadi indikator adanya minat investasi dan permintaan pasar yang terus berkembang. Bagi calon franchisee, memahami tren pencarian ini bisa menjadi langkah awal untuk memilih brand yang tidak hanya populer saat ini, tetapi juga memiliki prospek jangka panjang yang stabil.

1. Riset Merek dan Reputasi

Sebelum Anda menjatuhkan pilihan pada suatu merek franchise ayam, lakukan riset mendalam terlebih dahulu. Reputasi merek adalah aset paling berharga dalam bisnis waralaba. Cari tahu apakah merek tersebut memiliki rekam jejak yang baik, baik dari segi kualitas produk, pelayanan, maupun kepuasan pelanggan. Anda bisa memulai dengan mencari ulasan online, membaca artikel, atau bahkan mengunjungi beberapa gerai mereka untuk mengamati langsung bagaimana operasionalnya.

Perhatikan juga seberapa kuat merek tersebut di pasar. Apakah mereka sudah dikenal luas? Apakah ada cerita sukses dari para pewaralaba lain? Tanyakan kepada mereka tentang pengalaman mereka dalam menjalankan bisnis ini. Merek yang sudah mapan dan memiliki reputasi baik cenderung lebih mudah menarik pelanggan dan memiliki sistem yang sudah teruji.

2. Analisis Kontrak dan Biaya Tersembunyi

Kontrak waralaba adalah dokumen krusial yang harus Anda pahami secara menyeluruh. Jangan ragu untuk meminta bantuan ahli hukum jika diperlukan. Ada banyak biaya yang mungkin tidak tertera di brosur awal, seperti biaya royalti, biaya pemasaran, dan biaya pembaharuan kontrak. Pastikan Anda memahami semua kewajiban finansial yang akan Anda tanggung.

Beberapa hal yang perlu diperiksa dengan teliti meliputi:

  • Biaya Awal (Franchise Fee): Ini adalah biaya yang Anda bayarkan di muka untuk hak menggunakan merek dan sistem operasional mereka.
  • Royalti Bulanan: Sebagian besar franchise ayam mengenakan persentase tertentu dari omzet bulanan Anda sebagai royalti.
  • Biaya Pemasaran: Ini adalah kontribusi Anda untuk dana pemasaran kolektif yang digunakan untuk promosi merek secara nasional.
  • Biaya Lainnya: Bisa termasuk biaya untuk pelatihan tambahan, audit, atau penggunaan teknologi khusus yang disediakan franchisor.

Memahami semua biaya ini akan membantu Anda membuat proyeksi keuangan yang lebih akurat dan menghindari kejutan yang tidak menyenangkan di kemudian hari.

3. Dukungan dari Pemberi Waralaba (Franchisor)

Dukungan yang diberikan oleh franchisor adalah salah satu alasan utama mengapa banyak orang memilih jalur waralaba. Cari tahu jenis dukungan apa saja yang mereka tawarkan. Dukungan yang komprehensif biasanya mencakup:

  • Pelatihan: Pelatihan operasional, manajemen, dan layanan pelanggan untuk Anda dan karyawan Anda.
  • Pemasaran: Bantuan dalam promosi lokal dan nasional.
  • Manajemen Rantai Pasokan: Bantuan dalam mendapatkan bahan baku berkualitas dengan harga yang lebih baik.
  • Dukungan Berkelanjutan: Bantuan teknis atau operasional saat Anda menghadapi masalah.

Dukungan yang kuat akan sangat membantu, terutama bagi Anda yang baru pertama kali memulai bisnis kuliner. Merek yang baik akan bertindak sebagai mitra, bukan hanya pemberi lisensi.

4. Kualitas Bahan Baku dan Pemasok

Kualitas produk adalah segalanya di industri kuliner. Tanyakan kepada franchisor tentang sumber bahan baku mereka. Apakah bahan baku didistribusikan langsung dari pusat atau Anda harus mencarinya sendiri? Jika franchisor memiliki rantai pasokan yang terpusat, ini bisa menjadi keuntungan besar karena menjamin konsistensi rasa dan kualitas di setiap gerai.

Selain itu, pastikan bahan baku yang digunakan memiliki sertifikasi yang relevan, seperti sertifikasi halal. Ini sangat penting untuk membangun kepercayaan pelanggan. Pastikan juga ketersediaan bahan baku terjamin, sehingga operasional Anda tidak terganggu.

Cara Menanyakan Bahan Baku dan Pemasok

  1. Sumber Bahan Baku Tanyakan langsung dari mana bahan baku utama berasal. Apakah pihak franchisor memiliki rantai pasokan terpusat ataukah Anda sebagai franchisee harus mencarinya sendiri?
    • Jika bahan baku didistribusikan dari pusat, ini adalah keuntungan besar. Karena, hal ini akan menjamin konsistensi rasa dan kualitas di setiap gerai.
    • Jika harus mencari sendiri, pastikan franchisor memberikan daftar pemasok yang disarankan atau spesifikasi bahan baku yang ketat agar kualitas tetap terjaga.
  2. Sertifikasi dan Keamanan Pastikan bahan baku yang digunakan memiliki sertifikasi yang relevan, terutama sertifikasi halal jika produk yang dijual ditargetkan untuk pasar muslim. Hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan pelanggan.
  3. Ketersediaan Bahan Baku Tanyakan bagaimana jaminan ketersediaan bahan baku selama Anda menjalankan bisnis. Pastikan pasokan tidak akan terputus, sehingga operasional bisnis Anda tidak akan terganggu. Anda bisa meminta data mengenai frekuensi pengiriman atau prosedur pemesanan ulang.

Dengan menanyakan hal-hal ini, Anda bisa lebih yakin bahwa standar kualitas produk akan selalu terjaga, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

5. Lokasi dan Target Pasar

Lokasi adalah salah satu faktor terpenting dalam kesuksesan bisnis kuliner. Lakukan analisis mendalam tentang lokasi yang potensial. Perhatikan hal-hal seperti tingkat keramaian, aksesibilitas, dan kompetisi di sekitar lokasi. Apakah lokasi tersebut berada di area yang sesuai dengan target pasar franchise ayam yang Anda pilih?

Setiap merek franchise ayam memiliki target pasar yang berbeda. Misalnya, beberapa merek menargetkan segmen menengah ke atas, sementara yang lain lebih fokus pada pasar yang lebih luas. Pastikan target pasar merek yang Anda pilih sesuai dengan karakteristik demografi di lokasi Anda.

Cara Menganalisis Lokasi dan Target Pasar

  1. Analisis Lokasi Lakukan survei langsung ke beberapa lokasi potensial. Perhatikan hal-hal berikut:
    • Tingkat Keramaian: Amati traffic pejalan kaki dan kendaraan di jam-jam sibuk. Lokasi di area perumahan padat, dekat perkantoran, sekolah, atau pusat perbelanjaan biasanya memiliki potensi yang tinggi.
    • Aksesibilitas: Pastikan lokasi mudah dijangkau. Pertimbangkan ketersediaan lahan parkir yang memadai untuk mobil dan motor, serta kemudahan akses bagi kurir layanan pesan-antar makanan. Lokasi yang mudah dilihat dari jalan utama juga menjadi nilai tambah.
    • Kompetisi: Identifikasi pesaing di sekitar. Jika ada banyak gerai sejenis, Anda perlu strategi tambahan untuk menonjol. Namun, banyaknya pesaing juga bisa menandakan bahwa permintaan di area tersebut tinggi.
  2. Identifikasi Target Pasar Setiap merek franchise memiliki target pasar berbeda. Anda harus memastikan target pasar mereka sesuai dengan demografi di lokasi yang Anda pilih.
    • Cari Tahu Target Pasar Franchise: Tanyakan kepada pihak franchisor siapa target pelanggan ideal mereka. Misalnya, apakah mereka menargetkan segmen anak muda, keluarga, atau pekerja kantoran?
    • Analisis Demografi Lokasi: Pelajari karakteristik penduduk di area tersebut, seperti usia, pekerjaan, tingkat penghasilan, dan gaya hidup. Data ini bisa Anda dapatkan dari survei mandiri atau sumber data publik seperti Badan Pusat Statistik (BPS).
    • Sesuaikan: Pastikan ada kesesuaian antara target pasar franchise dengan demografi lokasi. Misalnya, jika merek menargetkan segmen menengah ke atas, pilih lokasi di area perkantoran atau perumahan elit. Sebaliknya, jika menargetkan pasar yang lebih luas, lokasi dekat sekolah atau area kos-kosan bisa jadi pilihan tepat.

Dengan melakukan analisis mendalam terhadap lokasi dan target pasar, Anda akan lebih siap untuk memulai bisnis dan memiliki dasar yang kuat untuk mencapai kesuksesan.

6. Kebebasan Operasional dan Fleksibilitas

Meskipun membeli franchise ayam berarti mengikuti sistem yang sudah ada, beberapa franchisor memberikan sedikit kebebasan operasional. Cari tahu sejauh mana Anda dapat membuat keputusan sendiri, misalnya dalam hal penentuan jam operasional atau promosi lokal.

Beberapa merek mungkin memiliki aturan yang sangat ketat, yang bisa membatasi kreativitas Anda. Sementara yang lain mungkin lebih fleksibel. Pilih merek yang sesuai dengan gaya manajemen Anda. Namun, perlu diingat, sistem yang sudah terstandarisasi adalah salah satu alasan mengapa franchise ayam sering kali lebih sukses daripada bisnis mandiri.

Poin Penting Seputar Kebebasan Operasional

  1. Aturan Sistem dan Kreativitas: Setiap franchise memiliki aturan yang berbeda. Beberapa franchisor menerapkan sistem yang sangat ketat, mencakup segala hal mulai dari menu, harga, hingga tata letak gerai. Sementara itu, ada juga yang memberikan sedikit ruang untuk kreativitas dan penyesuaian. Tanyakan kepada franchisor apakah Anda memiliki wewenang untuk:
    • Menentukan jam operasional: Apakah Anda bisa menyesuaikan jam buka dan tutup gerai sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lokasi?
    • Menyelenggarakan promosi lokal: Apakah Anda diizinkan untuk membuat promosi kecil-kecilan di area sekitar gerai, seperti diskon khusus atau paket menu untuk acara lokal?
    • Mengelola SDM: Sejauh mana Anda bebas dalam merekrut dan melatih karyawan?
  2. Keseimbangan Fleksibilitas dan Standarisasi: Memilih franchise yang fleksibel mungkin sesuai dengan gaya manajemen Anda. Namun, perlu diingat bahwa salah satu alasan utama mengapa bisnis franchise berhasil adalah karena sistem yang terstandarisasi. Konsistensi rasa, kualitas, dan layanan adalah hal yang sangat dicari oleh pelanggan.
    • Tanyakan alasannya: Jika franchisor memiliki aturan yang sangat ketat, pahami alasannya. Biasanya, ini untuk menjaga kualitas dan merek di seluruh cabang.
    • Pertimbangkan kembali: Pastikan gaya manajemen dan keinginan Anda sejalan dengan sistem yang ditawarkan oleh franchisor. Jika Anda merasa terlalu dibatasi, mungkin merek tersebut kurang cocok untuk Anda.

Dengan memahami batasan dan kebebasan operasional sejak awal, Anda akan lebih siap untuk menjalankan bisnis franchise ayam dengan strategi yang terukur dan tepat.

7. Perkiraan Keuntungan dan Waktu Balik Modal (ROI)

Ini adalah poin yang paling krusial. Buatlah proyeksi keuangan yang realistis, termasuk semua biaya yang sudah Anda identifikasi sebelumnya. Tanyakan kepada franchisor tentang rata-rata omzet dan margin keuntungan yang didapat oleh gerai mereka.

Bandingkan proyeksi Anda dengan waktu balik modal (ROI) yang dijanjikan. Jangan mudah percaya pada angka yang terlalu fantastis. Bicaralah dengan pewaralaba yang sudah berjalan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas dan mulai menghasilkan keuntungan.

Poin Penting Seputar Proyeksi Keuangan dan ROI

  1. Proyeksi Keuangan yang Realistis
    • Kumpulkan Semua Data Biaya: Gabungkan semua biaya yang telah Anda identifikasi, mulai dari biaya franchise awal, sewa lokasi, peralatan, renovasi, hingga biaya operasional bulanan seperti gaji karyawan, bahan baku, dan biaya marketing.
    • Tanyakan Data Rata-rata: Mintalah data omzet rata-rata dari gerai franchise lain yang berlokasi di area serupa. Tanyakan juga tentang margin keuntungan yang biasa mereka dapatkan.
  2. Menganalisis Waktu Balik Modal (ROI)
    • Jangan Terlena dengan Angka Fantastis: Bersikaplah kritis terhadap janji waktu balik modal (ROI) yang terlalu cepat atau fantastis dari franchisor. Angka tersebut sering kali merupakan skenario terbaik.
    • Lakukan Studi Kasus: Bicaralah dengan franchisee yang sudah lebih dulu bergabung. Tanyakan secara langsung tentang pengalaman mereka, termasuk waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik balik modal (BEP) dan mulai menghasilkan keuntungan. Pengalaman mereka bisa menjadi gambaran yang lebih akurat dan realistis bagi Anda.
    • Buat Skenario Sendiri: Berdasarkan data yang Anda kumpulkan, buatlah tiga skenario proyeksi keuntungan: skenario optimis, realistis, dan pesimis. Ini akan membantu Anda mempersiapkan diri untuk berbagai kemungkinan.

Dengan memahami ketujuh poin ini, Anda bisa membuat keputusan yang lebih terinformasi dan membangun bisnis franchise ayam yang sukses. Keberhasilan tidak hanya bergantung pada seberapa populernya merek yang Anda pilih, tetapi juga pada riset, perencanaan, dan kerja keras Anda dalam mengelola operasional sehari-hari.

Alternatif Peluang Bisnis Lain

Sebagai penutup, dalam industri yang serba cepat ini, efisiensi operasional adalah segalanya. Jika Anda memiliki kafe atau bisnis F&B yang ingin menambah menu tanpa ribet, produk ready-to-eat dari Minasoku bisa jadi solusi jitu. Makanan siap saji ini dibuat dengan bahan berkualitas tinggi, 100% halal, dan tidak mengandung pengawet, serta dapat disimpan di suhu ruang hingga 12 bulan. 

Bayangkan, Anda bisa menyajikan makanan lezat yang konsisten, seperti menu pendamping untuk kopi susu gula aren, tanpa perlu investasi besar untuk dapur dan peralatan masak. Minasoku membantu bisnis kuliner menyajikan makanan cepat dan meraih keuntungan lebih cepat, sebuah filosofi yang juga penting dalam menjalankan franchise ayam. Cek solusi makanan praktis untuk bisnis Anda di ralali.com/food/minasoku

2 Comments

  1. Pingback:Peluang Bisnis Franchise McDonald’s: Apakah Masih Menjanjikan di 2025? - Ralali - Bisnis Kuliner

  2. Pingback:Investasi Franchise Richeese Factory, Layak Dicoba? - Ralali - Bisnis Kuliner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *