Bagi Anda yang berminat terjun ke dunia bisnis kuliner, khususnya waralaba makanan cepat saji, California Fried Chicken (CFC) menawarkan peluang kemitraan yang menarik. Sebagai merek yang telah lama dikenal di Indonesia, CFC memberikan kesempatan bagi calon mitra untuk membangun bisnis dengan sistem yang sudah teruji. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami secara mendalam rincian biaya, syarat, dan keuntungan yang ditawarkan dalam paket franchise ini. Informasi berikut dirangkum berdasarkan data resmi yang disediakan oleh CFC.

Popularitas CFC di Indonesia juga terlihat dari data pencarian di dunia digital. Berdasarkan data pencarian, kata kunci “cfc” memiliki rata-rata 40,500 pencarian bulanan, sebuah angka yang membuktikan daya tarik merek ini. Angka ini jauh melampaui pencarian nama lengkapnya, “california fried chicken”, yang hanya mencapai 1,900 pencarian per bulan. Fakta ini menegaskan bahwa merek ini sudah sangat familier dan menjadi pilihan utama konsumen. Tingginya volume pencarian ini mencerminkan basis pelanggan yang stabil dan pasar yang aktif, menjadikan CFC pilihan investasi yang solid.
Baca juga: Peluang Bisnis Franchise McDonald’s: Apakah Masih Menjanjikan di 2025?
Baca juga: Investasi Franchise Richeese Factory, Layak Dicoba?
Mengenal Paket Franchise CFC
Paket waralaba CFC dirancang untuk memberikan mitra semua yang dibutuhkan untuk memulai dan menjalankan gerai dengan standar yang sudah ditetapkan. Kemitraan ini memiliki durasi perjanjian selama 5 tahun, memberikan waktu yang cukup bagi Anda untuk mengembangkan bisnis dan mendapatkan keuntungan. Persyaratan utama untuk lokasi gerai adalah memiliki luas minimum 100 m², memastikan ada ruang yang memadai untuk area operasional dan pelanggan.
Rincian Biaya dan Investasi yang Harus Disiapkan
Untuk menjadi mitra, Anda perlu menyiapkan total investasi awal yang signifikan. Biaya ini dibagi menjadi beberapa komponen utama:
- Franchise Fee (Biaya Waralaba): Biaya ini merupakan hak Anda untuk menggunakan merek dan sistem operasional CFC selama lima tahun. Jumlahnya adalah 125 Juta Rupiah.
- Investasi Awal: Ini adalah modal yang akan digunakan untuk menyiapkan gerai Anda secara fisik. Total investasi awal ini mencapai 930 Juta Rupiah, terdiri dari 550 Juta Rupiah untuk biaya renovasi dan 380 Juta Rupiah untuk pembelian peralatan. Biaya renovasi ini mencakup penataan interior sesuai standar, sementara biaya peralatan mencakup semua perlengkapan dapur dan operasional.
- Royalty Fee (Biaya Royalti): Setelah gerai beroperasi, Anda akan dikenakan biaya royalti sebesar 7% dari omzet bulanan. Biaya ini merupakan komitmen Anda sebagai mitra untuk mendukung operasional pusat dan memastikan kualitas merek tetap terjaga.
Keuntungan yang Anda Dapatkan dari Paket Franchise
Dengan total investasi yang telah disiapkan, Anda tidak hanya mendapatkan izin untuk menggunakan merek CFC, tetapi juga serangkaian dukungan lengkap yang sangat vital dalam menjalankan bisnis. Paket ini mencakup berbagai elemen penting, seperti:
- Equipment & Utensils: Semua peralatan masak dan perkakas yang dibutuhkan untuk menyiapkan menu-menu CFC.
- Hardware & Software POS: Sistem Point of Sale (POS) lengkap yang memudahkan transaksi dan pengelolaan data penjualan.
- Furniture & Logo: Seluruh perabot untuk area makan dan logo merek untuk identitas gerai.
- Stationery & Dekorasi: Perlengkapan kantor dan elemen dekorasi yang membuat gerai memiliki suasana khas CFC.
- Seragam & SOP: Seragam untuk karyawan agar terlihat profesional dan Standard Operating Procedure (SOP) untuk memastikan setiap proses kerja berjalan efektif dan efisien.
Solusi Alternatif Bisnis Kuliner dengan Ralali Food
Meskipun investasi pada waralaba seperti CFC tampak menjanjikan dengan merek yang sudah terkenal, modal yang besar mungkin tidak ideal untuk semua orang. Jika Anda mencari peluang bisnis kuliner dengan biaya lebih fleksibel dan ingin menghindari kerumitan operasional dapur, Anda bisa mempertimbangkan solusi inovatif dari Ralali Food dengan produk utamanya, Mina Soku.
Ralali Food adalah pabrik makanan yang memegang hak paten dalam teknologi retort. Metode pengawetan ini menggunakan panas dan tekanan untuk membasmi bakteri, membuat makanan dapat bertahan hingga 12 bulan pada suhu ruangan tanpa bahan pengawet atau pendinginan.
Produk andalan mereka, Mina Soku, dirancang khusus sebagai solusi makanan siap saji berkualitas tinggi untuk segmen F&B dan HoReCa (Hotel, Restoran, Kafe). Produk ini membantu bisnis menyajikan makanan berkualitas tanpa memerlukan dapur besar, koki profesional, atau investasi yang mahal.
Potensi Keuntungan dan Efisiensi Operasional
Dengan menggunakan Mina Soku, Anda dapat mengatasi berbagai tantangan umum di industri kuliner. Produk ini membantu mengurangi food waste yang tinggi, memastikan rasa yang konsisten, dan mempercepat proses penyajian. Anda juga tidak perlu membeli atau menyewa freezer, yang dapat menghemat biaya.
Mina Soku menawarkan lebih dari 100 varian menu yang halal dan dibuat dari bahan berkualitas tinggi. Dengan produk ini, Anda bisa mencapai margin keuntungan hingga 50%. Sebagai ilustrasi, modal untuk menu nasi rendang bisa sekitar Rp 20.000, dan dijual seharga Rp 35.000, Anda bisa meraih keuntungan sekitar Rp 15.000 per porsi. Selain itu, Ralali Food juga membuka peluang bagi Anda untuk menjadi distributor. Dengan skema ini, Anda bisa mendapatkan margin hingga 20% tanpa perlu memiliki dapur.
Memilih Strategi Terbaik untuk Bisnis Kuliner Anda
Berinvestasi di waralaba besar seperti CFC memang memiliki daya tarik tersendiri, namun modal yang signifikan serta biaya operasional yang harus ditanggung perlu dipertimbangkan dengan matang. Di sisi lain, Ralali Food dengan produk Mina Soku menghadirkan solusi yang lebih praktis dan efisien. Dengan investasi yang lebih fleksibel, Anda bisa memulai bisnis F&B yang menguntungkan tanpa harus memikirkan kerumitan dapur, biaya freezer yang tinggi, atau masalah inkonsistensi rasa. Ini adalah kesempatan untuk berbisnis di sektor kuliner secara cerdas dan berkelanjutan.