Menu Close

Apa Itu Cross Border Payment dan Cara Kerjanya?

Apa Itu Cross Border Payment dan Cara Kerjanya?

Pernahkah kamu berbelanja di toko online luar negeri atau mengirim uang ke keluarga yang tinggal di negara lain? Kalau iya, berarti kamu sudah menggunakan cross border payment! Di era digital ini, transaksi lintas negara semakin mudah dan cepat. Tapi sebenarnya, apa sih cross border payment itu dan bagaimana cara kerjanya? Yuk, kita bahas tuntas dalam artikel ini!

Baca Juga

Cross Border: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya dalam Bisnis

Pengertian Cross Border Payment

Cross border payment adalah sistem pembayaran yang memungkinkan kamu melakukan transaksi keuangan melewati batas negara. Sederhananya, ini adalah proses transfer uang atau pembayaran dari satu negara ke negara lain.

Transaksi ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kamu yang berbelanja produk fashion dari Amerika Serikat, perusahaan Indonesia yang membayar supplier dari China, hingga pekerja migran yang mengirim uang ke keluarga di kampung halaman. Yang membuat cross border payment unik adalah melibatkan konversi mata uang, regulasi berbeda dari masing-masing negara, dan infrastruktur pembayaran internasional yang kompleks.

program makan bergizi ralalifood

Berbeda dengan pembayaran domestik yang hanya melibatkan satu negara dan mata uang, cross border payment harus melewati beberapa lembaga keuangan, sistem clearing internasional, dan mematuhi berbagai aturan dari negara pengirim maupun penerima.

Bagaimana Cara Kerja Cross Border Payment

Mungkin kamu penasaran, kenapa transfer uang ke luar negeri butuh waktu lebih lama dibanding transfer antar bank lokal? Jawabannya ada pada kompleksitas proses di baliknya.

Ketika kamu melakukan pembayaran lintas negara, prosesnya kurang lebih seperti ini. Pertama, kamu menginisiasi transaksi melalui bank, fintech, atau penyedia layanan pembayaran. Kemudian, penyedia layananmu akan memverifikasi identitas dan memastikan dana mencukupi.

Setelah itu, transaksi dikirim ke bank koresponden atau jaringan pembayaran internasional seperti SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication). Di tahap ini, mata uangmu akan dikonversi sesuai nilai tukar yang berlaku. Bank intermediary atau perantara mungkin terlibat untuk memfasilitasi transfer antar negara yang tidak memiliki hubungan langsung.

Proses compliance dan screening juga dilakukan untuk memastikan transaksi tidak melanggar aturan anti pencucian uang atau pendanaan terorisme. Akhirnya, dana sampai ke bank penerima di negara tujuan dan dikreditkan ke rekening penerima.

Seluruh proses ini bisa memakan waktu dari beberapa menit hingga beberapa hari kerja, tergantung metode yang digunakan, negara tujuan, dan kompleksitas verifikasi yang diperlukan.

Jenis-Jenis Cross Border Payment

Cross border payment hadir dalam berbagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa jenis yang paling umum digunakan.

Bank Wire Transfer adalah metode tradisional yang paling banyak dikenal. Menggunakan jaringan SWIFT, metode ini aman dan bisa mengirim dana dalam jumlah besar, tapi biasanya lebih lambat dan biayanya cukup tinggi.

Payment Gateway Internasional seperti PayPal, Stripe, dan Wise (dulu TransferWise) menawarkan cara yang lebih mudah dan cepat. Platform ini populer untuk e-commerce dan freelancer karena proses registrasinya sederhana dan biaya lebih transparan.

Kartu Kredit/Debit Internasional seperti Visa dan Mastercard juga memfasilitasi pembayaran lintas negara, terutama untuk transaksi retail dan pembelian online. Metode ini praktis tapi biasanya dikenakan biaya konversi mata uang dan biaya transaksi internasional.

Mobile Payment dan E-Wallet seperti Alipay, WeChat Pay, dan GoPay yang kini mulai ekspansi internasional juga mempermudah transaksi lintas negara, terutama untuk kawasan regional seperti Asia Tenggara.

Keuntungan Cross Border Payment

Kenapa sih cross border payment penting dan apa manfaatnya buat kita? Ternyata ada banyak keuntungan yang bisa kamu rasakan!

Pertama, akses pasar global menjadi lebih mudah. Baik kamu seorang konsumen yang ingin belanja produk unik dari luar negeri, atau pebisnis yang ingin menjangkau pelanggan internasional, cross border payment membuka pintu ke seluruh dunia. UKM Indonesia bisa menjual produk kerajinan ke Eropa, atau kamu bisa subscribe layanan streaming dari Amerika tanpa ribet.

Kedua, kecepatan transaksi yang semakin meningkat. Kalau dulu transfer internasional bisa memakan waktu seminggu, kini dengan teknologi terbaru bisa selesai dalam hitungan menit atau jam. Ini sangat membantu untuk transaksi bisnis yang membutuhkan kecepatan.

Ketiga, transparansi biaya yang lebih baik. Platform fintech modern biasanya menampilkan biaya secara jelas di awal, jadi kamu tahu persis berapa yang harus dibayar tanpa kejutan biaya tersembunyi.

Keempat, mendukung ekonomi global. Cross border payment memfasilitasi perdagangan internasional, investasi lintas negara, dan pengiriman remitansi (kiriman uang) yang sangat vital bagi jutaan keluarga di seluruh dunia. World Bank mencatat bahwa remitansi global mencapai ratusan miliar dollar setiap tahunnya.

Kelima, kemudahan dan kenyamanan. Dengan smartphone dan koneksi internet, kamu bisa melakukan transaksi internasional kapan saja, di mana saja, tanpa harus ke bank atau mengisi formulir rumit.

Tantangan dan Masalah dalam Cross Border Payment

Meskipun penuh keuntungan, cross border payment juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu kamu ketahui.

Biaya tinggi masih menjadi keluhan utama. Selain biaya transfer, ada biaya konversi mata uang, biaya intermediary bank, dan kadang biaya tersembunyi lainnya. Untuk pengiriman uang kecil, biaya ini bisa sangat terasa karena memakan porsi besar dari jumlah yang dikirim.

Waktu pemrosesan yang lama, terutama untuk metode tradisional, bisa menjadi masalah. Perbedaan zona waktu, hari libur di berbagai negara, dan proses verifikasi berlapis membuat transaksi tidak secepat yang diharapkan.

Kompleksitas regulasi juga cukup menantang. Setiap negara punya aturan sendiri tentang anti pencucian uang, perpajakan, dan batasan transfer. Kamu harus memastikan transaksimu mematuhi semua aturan yang berlaku, yang kadang membingungkan.

Risiko keamanan seperti fraud, phishing, dan pencurian data menjadi perhatian serius. Karena melibatkan transfer lintas negara, penyelesaian sengketa juga lebih rumit dibanding transaksi domestik.

Fluktuasi nilai tukar bisa mempengaruhi jumlah akhir yang diterima. Nilai tukar yang berubah-ubah membuat perhitungan biaya menjadi tidak pasti, terutama untuk transaksi yang memakan waktu beberapa hari.

Keterbatasan akses juga masih terjadi di beberapa negara atau wilayah tertentu. Tidak semua daerah memiliki infrastruktur yang memadai, dan beberapa negara memberlakukan kontrol modal yang ketat.

Inovasi dan Tren Masa Depan

Kabar baiknya, industri pembayaran terus berinovasi untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut! Ada beberapa tren menarik yang sedang berkembang.

Blockchain dan cryptocurrency semakin matang sebagai solusi pembayaran. Teknologi ini menawarkan transparansi, kecepatan, dan biaya lebih rendah. Bahkan beberapa negara mulai mengeksplorasi Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital bank sentral.

API dan Open Banking memungkinkan integrasi yang lebih seamless antara berbagai platform. Dengan standardisasi API, transfer uang lintas platform dan negara bisa lebih mudah dan efisien.

Real-time payment networks seperti SWIFT gpi atau jaringan RTP (Real-Time Payment) regional membuat transfer internasional bisa selesai dalam hitungan detik, bukan hari.

Artificial Intelligence dan Machine Learning digunakan untuk deteksi fraud yang lebih akurat, penilaian risiko yang lebih baik, dan personalisasi layanan. AI juga membantu compliance dengan mengautomasi proses verifikasi yang rumit.

Super Apps yang menggabungkan berbagai layanan finansial dalam satu platform semakin populer, terutama di Asia. Kamu bisa belanja, transfer uang, investasi, dan bayar tagihan semua dalam satu aplikasi.

Kolaborasi regional juga meningkat, dengan berbagai negara bekerja sama untuk membangun sistem pembayaran yang interoperable atau bisa saling terhubung.

Studi Kasus Singkat

QRIS Cross Border di ASEAN

Salah satu inovasi menarik di Indonesia adalah pengembangan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk transaksi lintas negara di kawasan ASEAN. Ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi pembayaran berkembang untuk mempermudah hidup kita.

QRIS yang awalnya hanya untuk pembayaran domestik di Indonesia, kini sedang dikembangkan untuk interoperabilitas dengan sistem pembayaran QR Code negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand (PromptPay), Singapura (PayNow), dan Malaysia (DuitNow).

Bayangkan kamu traveling ke Thailand dan bisa langsung bayar makanan di street food Bangkok cukup dengan scan QRIS menggunakan aplikasi e-wallet Indonesia-mu. Tidak perlu lagi tukar uang tunai atau repot dengan kartu kredit. Konversi mata uang dilakukan otomatis dan biayanya lebih transparan.

Bagi pelaku bisnis, ini juga membuka peluang besar. Toko online Indonesia bisa menerima pembayaran dari pelanggan Malaysia atau Singapura dengan mudah. Turis dari negara ASEAN lain yang berkunjung ke Indonesia juga bisa bertransaksi lebih nyaman.

Inisiatif ini didukung oleh Bank Indonesia dan bank sentral negara-negara ASEAN lainnya sebagai bagian dari visi integrasi ekonomi regional. Meskipun implementasi penuhnya masih bertahap, ini menunjukkan arah masa depan pembayaran lintas negara yang lebih sederhana, cepat, dan terjangkau.

Kesimpulan

Cross border payment telah mengubah cara kita bertransaksi di era global ini. Dari pengertian dasarnya sebagai sistem pembayaran lintas negara, kita sudah melihat bagaimana teknologi ini bekerja, berbagai jenisnya, keuntungan yang ditawarkan, hingga tantangan yang masih dihadapi.

Yang pasti, masa depan cross border payment akan semakin menarik dengan berbagai inovasi teknologi seperti blockchain, AI, dan kolaborasi regional seperti QRIS Cross Border. Transaksi internasional akan semakin cepat, murah, dan mudah diakses oleh semua orang.

Buat kamu yang sering bertransaksi internasional, baik untuk bisnis maupun kebutuhan pribadi, penting untuk terus update dengan perkembangan terbaru. Pilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhanmu, perhatikan biaya yang dikenakan, dan pastikan keamanan transaksimu terjaga.

Dunia tanpa batas geografis dalam bertransaksi bukan lagi mimpi, tapi sudah menjadi kenyataan. Dengan pemahaman yang baik tentang cross border payment, kamu bisa memanfaatkan peluang global dengan lebih percaya diri!

2 Comments

  1. Pingback:Makan Bergizi Gratis Cross Border: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya dalam Bisnis

  2. AI Music Generator

    I love how you’ve broken down the complexity of cross border payments. The way you explained how different financial institutions and clearing systems are involved really helped me understand why international payments take longer than domestic ones. It’s great to see how this process is evolving in today’s digital world!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *